1.
DEFINISI KOMUNIKASI
a. Menurut
EVERET M. ROGERS : KOMUNIKASI adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari
sumber kepada suatu penerima atau lebih. Dengan maksud untuk mengubah tingkah
laku mereka.
b. Menurut
STEWART . L. TUBBS dan SYLVIA MOSS : KOMUNIKASI adalah proses pembentukan makna
diantara dua orang atau lebih.
B.
5 (Lima Unsur Komunikasi)
Menurut HAROLD LASSWELL
Ø Sumber (source) : pihak yang berinisiatif
atau mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi.
Ø Pesan
: Apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada
penerima
Ø Saluran
atau Media : Alat atau Wahana yang
digunakan sumber kepada penerima
Ø Penerima
(Receiver) : Disebut sasaran / Tujuan (Destination)
Komunikate (Comunicatee) Penyandi-balik (Decoder) atau Khalayak (Audiance)
Pendengar (Listener), Penafsir (Interpreter), yakni orang-orang yang menerima
pesan dari sumber.
Ø Efek : apa yang terjadi pana penerima setelah ia
menerima pesan tersebut, misalnya penambahan pengetahuan. (dari tidak tahu
menjadi tahu) terhibur, perubahan sikap (dari tidak setuju menjadi setuju).
Perubahan keyakinan dan perilaku.
2.
A.
FUNGSI KOMUNIKASI SOSIAL
Bahwa
KOMUNIKASI penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri,
untuk kelangsungan hidup untuk memperroleh kebahagiaan. Terhindar dari tekanan
dan ketegangan. Antara lain lewat komunikasi yang menghibur dan memupuk
hubungan dengan orang lain. Melalui komunikasi kita bekerjasama dengan anggota
masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.
B. HUBUNGAN
KONSEP DIRI DENGAN KOMUNIKASI
KONSEP DIRI Adalah pandangan kita mengenai
siapa diri kita. Dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan
orang lain kepada kita. Manusia yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia
lainnya tidak mungkin mempunyai kesadaran bahwa dirinya adalah manusia. Melalui
komunikasi dengan orang lain kita belajar bukan saja mengenai siapa kita, namun
juga bagaimana kita, merasakan siapa kita jadi untuk mengenal konsep diri harus
ada komunikasi antara manusia satu dengan yang lainnya. Komunikasi dibutuhkan
untuk mengenal siapa diri kita seperti jenis kelamin. Agama, Kesukuan,
Pendidikan, Pengalaman, Rupa fisik kita, dan sebagainya. Kita interliasisasikan
lewat pernyataan (Umpan Balik) orang lain yang menegaskan aspek-aspek tersebut
kepada kita.
3.
PERKEMBANGAN
ILMU KOMUNIKASI DI AMERIKA DARI ARAH JOURNALISM
ð Masa BENJAMIN FRANKLIN : Journalism sebagai seni dipelajari dalam
sistem magang, tahun 1810 Isalah Thomas menerbitkan “History Of Printing In America” tahun 1873 Frederick Hudson mengeluarkan “Journalism In The United States.” Studi bersifat historis
pada masa ini jurnalistik adalah studi tentang surat kabar.
ð Masa Robert Lee
: Journalism sebagai Ilmu Sosial
Jurnalistik mulai diajarkan secara formal di Universitas-Universitas.
Jurnalistik merupakan bagian dari departement bahasa inggris yang diajarkan
adalah hal-hal teknis. Jurnalistik yang tadinya Humaniora berubah merupakan
bagian dari Ilmu-Ilmu Sosial. Program inilah keluar Doktor-Doktor Jurnalistik.
Pada masa ini keluar buku LASWELL tentang ”
Propaganda Technique The World War”. Studi pertama yang menganalisis isi
media dengan metode sistematik dan ilmiah.
ð Masa Harold Lasswell : Journalism menjadi KOMUNIKASI MASSA Perang dunia
mempengaruhi masa ini Nazi Jerman sebagai penakluk Eropa bukan saja perang
dengan kanon tetapi juga Propaganda, efek Propaganda ini yang menarik Lasswell
(Sarjana Ilmu Politik) untuk menyusun Desertasinya tentanng teknik pengaruh
besar terhadap pembentukan pendapat dan sikap publik. Sumbangannya dalam Ilmu
Komunikasi adalah” Metodologi” yaitu Metode Analisis isi untuk penelitian media.
Analisisnya tentang struktur dan fungsi komunikasi dalam masyarakat merintis
jalan untuk penelitian-penelitian komunikasi selanjutnya.Kemudian Efek media
massa oleh Carl Hovland dan Lazarsfeld dan Kurt Lewin berkebangsaan jerman.
Pada masa ini penelitian sudah bergeser pada faktor-faktor psikologis dan
sosiologis. Jurnalistik mulai tersisih dengan istilah KOMUNIKASI MASSA.
Kehadiran ILMU KOMUNIKASI MASSA sebagai Ilmu banyak ditopang oleh
tuliasan-tulisan WILLBURSCHRAMM.
ð Masa Willbur Schramm : Komunikasi Massa menjadi Ilmu Komunikasi adalah sarjana bahasa
inggris yang tertarik pada Ilmu Komunikasi karena jabatan Schramm membawa
komunikasi massa yang saraat dengan sumbangan berbagai disiplin Ilmu kepada
komunikasi yang luas antara lain merintis penelitian Efek media pada
pendidikan, Pembangunaan Nasional, Efek Komunikasi Satelit, Komunikasi Pedesaan
dan sebagainya. Ia juga menulis pada majalah atau penerbitan yang dikeluarkan
oleh speec oleh kelompok “Speech”
sehingga dengan demikian mempertemukan Journalism dengan “Speech”.
4.
HUBUNGAN
PERSEPSI DENGAN BUDAYA
Agama, Ideologi, Tingkat
Intelektualitas, Tingkat Ekonomi, dan pekerjaan dan cita rasa sebagai Faktor-
Faktor Internal jelas mempengaruhi seseorang terhadap realitas. Dengan demikian
persepsi itu terikat oleh budaya (Culture Bound) bagaimana kita memaknai pesan,
objek atau lingkungan bergantung pada sistem yang kita anut. Kelompok-kelompok
budaya bolaeh jadi berada dalam mempersepsi kredibilitas berdasarkan budaya yang telah dipelajari maka
persepsi seseorang ataas lingkungannya bersifat subjektif. Semakin besar
perbadaan budaya antara dua orang semakin besar pula perbedaan persepsi mereka
terhadap realitas. Dan oleh karena itu tidak ada dua orang yang mempunyai
persepsi yang persis sama pula. budaya dapat dianggap sebagai pola persepsi dan
perilaku yang dianut sekelom[pok orang.
5.
Pengertian Dari :
a. Atribusi ð
Adalah Proses Internal dalam dirikita untuk memahami penyebab perilaku orang
lain dalam usaha mengetahui orang lain. Kita menggunakan beberapa sumber
informasi. Misalnya kita mengamati penampilan Fisik mereka.
b. Hallo Effect ð Adalah Kesalahan persepsi yang merujuk
pada fakta bahwa begitu kita membentuk kesan menyeluruh mengenai seseorang,
kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian
kita akan sifat-sifatnya yang spesifik.
c. Stereotip ð
Adalah Kesulitan komunikasi akan muncul dari penstereotipan (Stereotyping)
yakni menggeneralisasikan orang-orang berdasarkan sedikit informasi dan
membentuk asumsi mengenai mereka berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu
kelompok.
d. Prasangka Sosial ð
Adalah Suatu kekeliruan persepsi terhadap orang
yang berbeda adalah prasangka-prasangka sebagai sikap tidak adil
menyimpang atautidak toleran terhadap sekelompok orang.
TUGAS UTS (UJIAN TENGAH SEMESTER ) DASAR-DASAR ILMU
KOMUNIKASI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar